Mau Omset Ratusan Juta? Ini Dia 2 Tool Dropship Yang WAJIB Anda Miliki

Sistem dropship merupakan cara jualan yang masih sangat ideal, tidak hanya untuk pemula, bahkan untuk yang mau serius membangun bisnis yang besar. Mengapa? Karena jualan dengan cara dropship baik dropship di shopee, di tokopedia, di lazada, di bukalapak, atau bahkan dropship dari barang-barang cina (aliexpress dll) masih sangat-sangat powerful, sangat menjanjikan.

Jadi kalau saat ini Anda misalnya masih pemula, yang belum tahu mau jualan apa, atau bingung mencari produk yang laris dan berkualitas … sistem dropship adalah solusi terbaik.

Jualan dengan cara dropship nggak perlu keluar modal untuk membeli stok barang. Juga nggak usah pusing dengan segala tetek bengek urusan pengiriman barang. Keuntungan pun langsung bisa diperoleh, tanpa nunggu pencairan komisi.  Itulah kelebihan  jualan online dengan sistem dropship.

Dengan sistem dropship kita bisa berjualan online berbagai barang fisik. Ada ribuan produk tersedia dijual dengan cara dropship. Mulai dari sandal, sepatu, tas, buku, alat rumah tangga, barang elektronik, aksesoris, boneka, alat-alat kesehatan, dll.

Keuntungan yang kita peroleh adalah dari selisih antara harga jual kita ke pembeli dengan “harga supplier” penyedia barang. Biasanya sekitar 20% – 35%. Bahkan bisa lebih, tergantung strategi cara kita berjualan.

Buat Anda yang sudah pengalaman, mau bisnis secara besar-besaran pun masih tetap bisa dengan sistem dropship . Bahkan bukan hanya jualan produk lokal. Anda bisa menjual sistem dropship dari berbagai produk luar, misalnya dropship produk dari aliexpress, tmall, gearbest, dll … lalu kita jualan di marketplace lokal (tokopedia, shopee, lazada, dll).

Gimana? Sangat menarik bukan?

Ini! Tool Dropship Yang Wajib Dimiliki Para Dropshipper

Jualan sistem dropship, kalau cuma menjual satu dua barang, memang mudah. Tapi pastilah duitnya dikit banget. Kapan mau dapat omset ratusan juta per bulan, bahkan miliaran? Ini masalah mindset (pola pikir) memang.

Gimana cara agar bisa tembus ratusan juta? Ya, mau tidak mau, mindset kita harus diubah. Janganlah perlakukan bisnis dropship Anda seperti warung. Perlakukanlah bisnis dropship Anda sebagai bisnis beneran. Bisnis serius. Real Business. Dengan pola pikir dan cara kerja seorang pebisnis!

Jadi janganlah jualan cuma satu dua barang, itu pun cuma iseng doang. Niatnya aja: Untung-untungan. Sama sekali, Jangan!

Jadi gimana? Ya, Anda harus MAU BERNIAT KUAT untuk menjual lebih banyak barang. Ratusan bahkan ribuan barang. Di berbagai marketplace. Dari berbagai jenis produk.

Lho gimana caranya? Kalau dilakukan secara manual, download lalu upload produk satu per satu … wow, tentu saja sangat melelahkan.

Ya, anda harus mau investasi di ALAT. Sebenarnya akan jauh lebih hemat. Percaya saya!

Apa alatnya? Apa tool dropship nya?

Rekomendasi saya, gunakan mrhands dropship tools. Tools dropship ini fungsinya khusus menggantikan proses kerja manual kita dalam memasukkan produk secara otomatis, ke berbagai marketplace.

Bahkan dalam waktu 5 menit, kita sudah bisa scrape (ambil) produk, lalu upload di  marketplace: tokopedia, shopee, lazada, bukalapak.

Menariknya, semua proses itu bisa dilakukan cukup di HP Android Anda. Jadi kalau pun nggak punya laptop => anda tetap bisa jualan sistem dropship cara paling pinter! Demi mengejar ratusan juta, why not!

>> Mau lihat cara kerja atau demo aplikasinya? Klik Disini!

ATAU MAU PUNYA WEB TOKO DROPSHIP MILIK SENDIRI?

Jika anda ingin jualan online dengan sistem dropship, ada juga bagusnya jika anda memiliki toko online milik sendiri.

Apa keuntungannya? Ya tentu saja, anda akan bisa melakukan branding toko anda sendiri, sehingga secara jangka panjang, dapat membangun reputasi dan memiliki pelanggan yang loyal. Jadi selain berjualan di marketplace, anda juga bisa berjualan dropship di toko milik anda sendiri, dengan nama domain .com anda sendiri.

Nah, masalahnya cuma satu aja. Gimana caranya supaya bisa masukin banyak produk ke website toko dropship anda itu? Kalau input satu per satu, pastilah sangat melelahkan juga.

Lagi-lagi gunakan tools/aplikasi khusus ini. Namanya Dropshipper Store. Fungsi tools ini adalah untuk import banyak produk langsung ke website toko online Anda, dari berbagai marketplace seperti Tokopedia, Bukalapak, Shopee, dll. Tools ini juga sangat Simple banget cara menggunakannya. Sangat rekomended!

>> Mau lihat cara kerjanya? klik link berikut ini

 

Bacaan Berikut Ini Khusus Untuk Newbie:
Penjelasan Cara Memulai Jualan Online Dengan Sistem Dropship Untuk Pemula

Kalau Anda masih pemula banget, belum pernah jualan online, silakan pelajari dulu penjelasan di bawah ini: apa itu jualan sistem dropship. Biar paham dulu cara dropship itu seperti apa.

Masalah pertama dalam berjualan adalah masalah produk. Harus ada produk yang bisa dijual. Artinya anda harus mencari supplier, atau penyedia barang, yang bisa anda andalkan sebagai sumber produk anda. Iya ‘kan?

Nah, saya menyarankan sebaiknya carilah supplier-supplier yang ada di berbagai marketplace terkenal dan sudah memiliki reputasi, dan memiliki sistem rekening bersama. Misalnya tokopedia, bukalapak, shopee, lazada, dsb.

Mengapa? Karena di marketplace tersebut, parameter-parameter yang dapat mengamankan transaksi kita sangat baik, dan dalam memilih supplier pun kita bisa pilih yang sudah memiliki reputasi terpercaya.

Bagaimana proses transaksinya, sehingga dikatakan lebih aman dan nyaman?

Saya berikan sedikit ilustrasi singkat, alur transaksi jualan dengan sistem dropship ini. Bisa anda lakukan sambil praktek. Oh ya, sebagai contoh, kita gunakan alur transaksi dropship di tokopedia.

cara jualan online sistem dropship
ilustrasi cara jualan online sistem dropship

1.   Langkah pertama, tentu anda harus punya/buat akun di tokopedia. Tinggal daftar aja. Nggak perlu bayar apa-apa. Gratis kok.

Lalu setelah itu, kita masuk ke akun tokopedia kita. Katakan kita mau jualan sepatu. Ya, tinggal cari aja di tokopedia itu penjual/supplier yang kita percayai.

Carilah penjual yang jumlah penjualannya cukup banyak, selalu aktif, harganya cukup murah/bersaing, dan testimoni dari para pembelinya bagus-bagus. Data-data itu semua terlihat transparan di tokopedia.

Misalnya nih, kita jalin kerjasama dengan salah satu penjual sepatu. Harga jual sepatu dari penjual/supplier itu katakanlah Rp. 163 ribu. Silakan ambil/simpan foto produk sepatu itu ke hp/laptop kita, juga catat/simpan data harga, deskripsi, dan URL/link/nama toko/penjual itu.

2.  Langkah Kedua. Misalnya, kita mau jual sepatu itu secara online di facebook atau di instagram. Kita upload foto sepatu itu, menuliskan harga, info singkat dan no kontak kita di postingan facebook/instagram itu. Anggaplah kita menjualnya dengan harga Rp. 199 ribu (belum termasuk ongkir).

Eh ternyata laku nih, ada teman kita di bandung yang berminat. Setelah deal/sepakat, teman kita itu transfer sejumlah harga jual + ongkos kirim ke rekening kita (tentu info ongkos kirim bisa kita cek duluan misal ke website jne, pos, dsb). Misal ongkir ke bandung 9 ribu, maka teman kita itu transfer ke rekening bank kita sebesar Rp. 199 ribu + Rp. 9 ribu = Rp. 208 ribu. Asik kan … dah masuk duit nih.

3.  Langkah Ketiga, berarti tinggal kita mengirim pesanan sepatu itu ke pembeli.

Caranya, kita login lagi ke akun tokopedia kita. Masuk ke halaman produk dari si penjual/supplier sepatu itu. Lalu kita order di halaman produk itu. Nanti akan muncul jumlah total pembayaran, yaitu harga barang + ongkos kirim. Karena harga dari supplier 163 ribu dan ongkir 9 ribu, maka jumlah yang kita bayar ke rekening tokopedia adalah Rp. 172 ribu.

Nah disini konsep keamanannya. Uang sejumlah 172 ribu itu bukan kita bayar ke rekening penjual/supplier. Tetapi kita bayarnya ke rekening tokopedia.

Nanti tokopedia akan memastikan terlebih dahulu bahwa barang benar-benar sudah dikirim dan sudah sampai ke pembeli, barulah kemudian supplier bisa menerima uang pembelian kita itu. Dengan demikian, transaksi kita akan aman, terjaga dari penipuan supplier.

Ketika tadi kita order di tokopedia, kita sebutkan bahwa ini sebagai pembelian dropship (sudah tersedia kolom isiannya di tokopedia). Dengan demikian, ketika penjual/supplier mengirim pesanan kita itu, maka pada amplop/bungkus kiriman, yang akan dicantumkan sebagai pengirim barang adalah nama/toko Anda.

Ketika pembeli/teman kita itu sudah menerima barang yang dikirim supplier, ia akan mengetahui bahwa yang mengirim barang itu adalah kita (toko kita), sebab label alamat pengirimnya tercantum nama kita.

4.  Langkah Keempat, atau langkah terakhir tinggal memberitahu tokopedia bahwa barang sudah diterima (ada tombolnya di tokopedia yang menyatakan bahwa pesanan sudah selesai). Maka barulah supplier kita itu bakal menerima uang pembelian dari kita.

Cukup jelas ya …

Lalu berapa nih laba kita? Itulah dia selisih antara uang yg kita terima dari pembeli, dikurangi uang yg kita bayar ke tokopedia. Dalam contoh kasus kita di atas adalah 208 ribu – 172 ribu = Rp. 36 ribu (yang sudah ada di rek bank kita)

Kira-kira demikian alur proses bertransaksi cara drosphip. Cukup membantu bagi yang mau mulai berjualan online … walaupun belum punya produk sendiri dan bahkan nggak perlu keluar modal sama sekali.

Bagaimana Memilih Supplier Yang Baik?

Berikut beberapa tips sederhana:

1. Carilah yang benar-benar supplier

Yang jualan di marketplace banyak juga yang reseller atau bahkan yang jualan dengan cara dropship lagi. Karena itu penting untuk memilih yang benar-benar supplier. Ciri-cirinya kadang bisa dengan mudah kita tebak, antara lain produk yang terjual di tokonya sangat banyak (ribuan), gold merchant, punya lokasi fisik, dan memiliki no kontak yang bisa dihubungi.

2.  Perhatikan kota supplier. Ini terkait dengan harga ongkos kirim. Jika kita jualan untuk konsumen bandung, maka carilah supplier yang lokasinya ada di Bandung. Begitu juga jika kita jual ke surabaya, kalimantan, dst.

3.  Perhatikan reputasi dan respons supplier tersebut. Di marketplace tsb kita bisa lihat parameter-parameter seperti lama waktu respons apakah lambat atau cepat. Juga apakah admin supplier tsb selalu live/online ataukah sudah berhari-hari nggak online.

4.  Sebaiknya kontak terlebih dahulu calon supplier tersebut, untuk mendapatkan informasi lebih lanjut, misalnya apakah produknya tersedia dalam jumlah banyak, apakah data stok real time, apakah bisa mendapat no kontak/wa nya, dsb.

 


Artikel menarik lain yang perlu Anda baca:

Mau Menghasilkan Uang dari Jualan Produk-Produk AliExpress? Baca ini!

Yuk Bikin Website Auto SMS Auto Invite BBM Auto Line

Mau Jualan Online Tapi Nggak Punya Modal dan Nggak Punya Produk?